"Selamat Datang Kawan - Mari tukeran link denganku (masukkan ke ShoutMix) - Jangan lupa tinggalin comment"

JK siap lawan SBY

22 Februari 2009


Akhir-akhir ini ada berita yang membuat saya sangat tertarik, yakni Golkar yang mengumumkan akan mengusung capres sendiri menghadapi Pemilu 2009. Walaupun belum mengumumkan capresnya, Banyak pihak beranggapan kalau Ketum Golkar, Jusuf Kalla (JK) lah yang akan maju sebagai capres Golkar. Hal ini dikuatkan dari tingginya suara dari DPP di berbagai daerah yang menetapkan JK sebagai urutan pertama capres Golkar di atas nama-nama besar lainnya.

Lantas bagaimana dengan koalisi dengan Partai Demokrat (PD)? Lantas bagaimana peta kekuatan para capres ?

Dalam wawancara eksklusif dengan MetroTV, Ketua dewan pembina PD, SBY menggangap langkah Golkar untuk mengajukan capres dari internal partai adalah hal yang wajar. Mengingat Golkar sebagai salah satu partai terbesar sekaligus pemenang Pemilu 2004, apalagi Golkar memiliki kader-kader yang memiliki kriteria untuk maju sebagai capres. Sebut saja HBX, Akbar Tandjung, Surya Paloh, Aburizal Bakrie, dan tentunya JK sendiri.

Namun, PD sendiri tidak mungkin melanjutkan koalisinya apabila PG mengajukan capres sendiri. Hal ini dapat dilihat dari ketidakmungkinan PD menurunkan SBY untuk menjadi cawapres. Dari analisis tersebut, saya menyimpulkan koalisi PD-PG akan berakhir jika kedua pihak mengajukan capres dari internal masing-masing. Yang menarik disimak adalah bagiamana langkah yang akan diambil PDI-P melihat pecahnya SBY-JK. Sekjen PDIP , Pramono Anung mengatakan langkah yang diambil Golkar sangat tepat, karen tidak mungkin partai terbesar harus selalu diperintah partai lain. Bahkan duet Mega -JK atau JK - Mega sempat terdengar pad Rakernas PDIP di Solo beberapa saat yang lalu.

Majunya capres internal Golkar membuat peta politik sedikit berbeda. Jika sebelumnya JK berada di Blok S bersama SBY, maka kali ini JK (atau capres Golkar lainnya)dipercaya banyak pihak bakal mengisi Blok Alternatif. Bahkan Ketum PDK , Ryaas Rasyid dan Ketua DPP PKS, Zulkiflimansyah telah megajukan beberapa saran yang akan membuat pertarungan Capres semakin ketat.

Ketum PDK , Ryaas Rasyid mengusulkan dua nama sebagai pendamping JK. Mereka adalah HBX yang dinilai mewakili rakyat Jawa dan kedua adalah Soetiyoso yang mewakili tokoh militer.

Sementara itu PKS melalui Zuliflimansyah mengajukan dua opsi cawapres kepada masing-masing SBY dan JK. Yaitu Chairul Tandjung dan Hidayat Nur Wahid (HNW).

Dan masih banyak suara di luar sana.

Hal ini mengubah peta capres untuk saat ini. Hampir dipastikan, Golkar tidak akan kesulitan untuk memimpin capres alternatif. Jika hal ini terus berlangsung, Maka bisa dipastikan 3 capres yang mungkin ada ialah SBY (Blok S), Mega (Blok M), dan terakhir JK (Blok A).

Yang menarik sekarang adalah bursa cawapres. Dan secara kebetulan ketiga capres belum menemukan cawapresnya. Dan beberapa nama diprediksi bakal menurunkan keinginan dari semula sebagai capres dan mungkin akan maju sebagai cawapres, antara lain :
Prabowo Subianto, HBX, HNW, dan masih banyak lagi.

Kita lihat saja nanti apa yang terjadi.

Dan saya sebagai rakyat indonesia mengharapkan apapun yang dilakukan oleh Pak JK , ia masih RI 2 dan jangan sampai ini bisa menggangu pengabdian mereka terhadap bangsa ini.

0 komentar:

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP